Contoh Surat Kontrak Kerja

Contoh Surat Kontrak Kerja

Posted on

Contoh Surat Kontrak Kerja – Surat kontrak kerja adalah surat yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang diberikan kepada seseorang sebagai calon karyawan baru di perusahaan tersebut. Surat kontrak kerja ini sebagai bukti sah bahwa seseorang telah di terima sebagai karyawan di perusahaan tersebut dengan semua kewajiban dan hak yang tertera dalam surat kontrak kerja itu.

Contoh Surat Kontrak Kerja

 

Berikut di bawah ini contoh surat kontrak kerja yang biasa dipakai dalam perekrutan pegawai perusahaan :

SURAT PERJANJIAN KERJA

Nomer: 123/HRD/XII/2010

Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Bruce Willis Junior SH
Jabatan : HRD Manager
Alamat  :  Jalan Kramatjati 123 Jakarta

Dalam hal ini bertindak atas nama direksi PT. Maju Terus Pantang Mundur yang berkedudukan di Jl. HR Rasuna Said no 1234 dan selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Jojon Jontorman ST
Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 12 Januari 1985
Pendidikan terakhir : Sarjana/S1
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Gak Jelas
Alamat : Jalan Terus Jangan Berhenti no 1290 Bandung
No. KTP / SIM : 1234567890
Telepon : (022) 251251251

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri pribadi dan selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Pada hari ini Senin, tanggal 12 ( dua belas ) bulan Desember tahun 2010 ( dua ribu sepuluh), kedua belah telah bersepakat untuk mengikat diri dalam perjanjian kerja dengan syarat dan ketentuan yang diatur seperti berikut:

PASAL SATU

PIHAK PERTAMA menyatakan menerima PIHAK KEDUA sebagai karyawan di perusahaan PT. Maju Terus Pantang Mundur yang berkedudukan di Jl. HR Rasuna Said no 1234 dan PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan kesediaannya.

PASAL DUA

PIHAK KEDUA akan ditempatkan sebagai Multimedia Staff pada IT Division. Apabila dipandang perlu dan juga dikehendaki, PIHAK PERTAMA dapat menempatkan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang oleh PIHAK PERTAMA dianggap lebih cocok serta sesuai dengan keahlian yang dimiliki PIHAK KEDUA, dengan syarat masih tetap berada di dalam lingkungan perusahaan PT. Maju Terus Pantang Mundur.

PASAL TIGA

Masa percobaan ditetapkan selama 6 (enam) bulan yang dihitung sejak tanggal masuk PIHAK KEDUA diterima bekerja.

PASAL EMPAT

PIHAK PERTAMA harus memberikan gaji pokok kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) setiap bulan yang harus dibayarkan PIHAK PERTAMA pada tanggal terakhir setiap bulan setelah dipotong pajak pendapatan sesuai peraturan perpajakan di Indonesia.

PASAL LIMA

Sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, jumlah jam kerja efektif adalah 44 (empat puluh empat) jam setiap minggu dengan jumlah hari kerja 5 (lima) hari setiap minggu, dimulai hari Senin dan berakhir pada hari Jumat, dengan perincian sebagai berikut:

1. Hari Senin sampai dengan hari Kamis, jam masuk adalah jam 8.00 (delapan) dan jam pulang adalah jam 17.00 (tujuh belas) dengan waktu istirahat selama 1 (satu) jam, yaitu pada pukul 12.00 (dua belas) hingga pukul 13.00 (tiga belas).

2. Hari Jumat, jam masuk adalah jam 8.00 (delapan) dan jam pulang adalah jam 17.00 tujuh belas) dengan waktu istirahat selama 2 (dua), yaitu pada pukul 11.00 (sebelas) hingga pukul 13.00 (tiga belas).

PASAL ENAM

1. PIHAK PERTAMA harus memberikan makan kepada PIHAK KEDUA satu kali makan setiap hari setiap kali PIHAK KEDUA masuk kerja.
2. Bila waktu istirahat sesudah [( —– ) ( — jumlah jam dalam huruf — )] jam kerja pertama lamanya melebihi [( —– ) ( — jumlah jam dalam huruf — )] jam, maka PIHAK PERTAMA harus memberikan kepada PIHAK KEDUA satu kali makan lagi.

PASAL TUJUH

1. Apabila tersedia pekerjaan yang harus segera diselesaikan atau bersifat mendesak (urgent) dan PIHAK KEDUA diharuskan masuk kerja lembur, maka PIHAK PERTAMA akan membayar PIHAK KEDUA sebagai imbalan kerja lembur tersebut dengan jumlah Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah) setiap jam lembur.
2. Pembayaran upah lembur akan disatukan dengan pembayaran gaji yang akan diterima PIHAK PERTAMA pada tanggal terakhir setiap bulan.

PASAL DELAPAN

1. Setiap karyawan berhak mendapatkan cuti selama 15 (lima belas) hari setiap tahun sesuai dengan ketentuan-ketentuan tata tertib rumah tangga perusahaan PT. Maju Terus Pantang Mundur dan peraturan Pemerintah No. 123 tahun 2007, yang terdiri dari: 12 (dua belas) hari kerja dan 3 (tiga) hari cuti bersama untuk seluruh karyawan.
2. Pengajuan cuti pada hari kerja, diajukan setiap karyawan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan cuti dengan mendapat pengesahan berupa tanda tangan dan ijin dari atasan langsung yang bersangkutan.

PASAL SEMBILAN

PIHAK PERTAMA wajib menanggung biaya pengobatan serta perawatan jika PIHAK KEDUA sakit atau memerlukan perawatan kesehatannya sesuai dengan syarat, peraturan, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

PASAL SEPULUH

1. PIHAK KEDUA menyatakan kesediaannya untuk mematuhi serta mentaati seluruh peraturan tata tertib perusahaan PT. Maju Terus Pantang Mundur yang telah ditetapkan PIHAK PERTAMA.
2. Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tersebut di atas dapat mengakibatkan PIHAK KEDUA dijatuhi:
a. Skorsing, atau
b. Pemutusan Hubungan Pekerjaan (PHK), atau
c. Hukuman dalam bentuk lain dengan merujuk kepada Peraturan Pemerintah yang mengaturnya.

PASAL SEBELAS

PIHAK KEDUA selama masa berlakunya ikatan perjanjian kerja ini tidak dibenarkan untuk melakukan kerja rangkap di perusahaan lain manapun juga dan dengan alasan apapun juga, kecuali apabila PIHAK KEDUA telah mendapat persetujuan secara tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL DUA BELAS

PIHAK PERTAMA berhak setiap saat untuk mengakhiri perjanjian kerja ini dengan syarat harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA tanpa berkewajiban menjelaskan alasan apapun juga. Dalam masalah ini, PIHAK PERTAMA wajib memberikan ganti rugi atau pesangon kepada PIHAK KEDUA yang jumlah serta tata aturannya merujuk pada Peraturan Pemerintah yang berlaku.

PASAL TIGA BELAS

Perjanjian kerja ini akan berakhir dengan sendirinya jika PIHAK KEDUA meninggal dunia atau hal-hal lain yang menurut PIHAK PERTAMA layak diterima.

PASAL EMPAT BELAS

Perjanjian kerja ini batal dengan sendirinya jika karena keadaan atau situasi yang memaksa, seperti: bencana alam, pemberontakan, perang, huru-hara, kerusuhan, Peraturan Pemerintah atau apapun yang mengakibatkan perjanjian kerja ini tidak mungkin lagi untuk diwujudkan.

PASAL LIMA BELAS

1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
2. Apabila dengan cara ayat 1 pasal ini tidak tercapai kata sepakat, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan melalui prosedur hukum, dengan memilih kedudukan hukum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta.

PASAL ENAM BELAS

Demikianlah perjanjian ini dibuat, disetujui dan ditandatangani dalam rangkap dua, asli dan tembusan bermaterei cukup dan berkekuatan hukum yang sama. Satu dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan lainnya untuk PIHAK KEDUA.
Dibuat di : Jakarta
Tanggal : 12 Desember 2010

PIHAK PERTAMA                                  PIHAK KEDUA
[ ————————- ]                 [ ———————— ]

 

Berikut di bawah ini beberapa contoh surat kontrak kerja dan contoh surat kontrak kerja harian lepas dalam bentuk file .doc yang bisa Anda download melalui link di bawah ini :

contoh surat kontrak kerja harian lepas

contoh surat kontrak kerja 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *