Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Posted on

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang – Hutang piutang merupakan salah satu hal yang biasa terjadi di dunia bisnis saat ini. Hutang piutang merupakan proses pinjam meminjam uang antara pihak pemilik uang dengan pihak peminjam. Proses ini bisa terjadi antara perseorangan maupun lembaga/instansi resmi misalnya perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

Dalam proses hutang piutang ini biasanya di sertai dengan surat perjanjian sebagai bukti hukum telah terjadi proses hutang piutang antara satu pihak dengan pihak lainnya. Surat perjanjian ini penting sekali untuk mengantisipasi jika suatu saat terjadi sengketa atau wanprestasi diantara pihak-pihak yang terlibat dalam hutang piutang ini.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

 

Berikut di bawah ini contoh surat perjanjian hutang piutang :

SURAT PERJANJIAN
UTANG – PIUTANG

Pada hari ini Senin tanggal 19, bulan Desember , tahun 2008, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Blarak Obatmah
Umur : 50 tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
No. KTP / SIM : 123456789010
Alamat : Jalan Raya Ramai Sekali no 12 Yogyakarta
Telepon : (0274) 43219870

Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri dan untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Mak Lampir
Umur : 80 tahun
Pekerjaan : Tukang Sulap
No. KTP / SIM : 9876543210
Alamat : Jalan Lereng Gunung Merapi no 1 Sleman
Telepon : (0274) 987654321

Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri dan untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

a. Dengan ini menyatakan, bahwa PIHAK PERTAMA telah dengan sah dan benar mempunyai utang uang karena pinjaman kepada PIHAK KEDUA, sebesar Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

b. PIHAK PERTAMA mengakui telah menerima jumlah uang tersebut secara lengkap dari PIHAK KEDUA sebelum penandatanganan Surat Perjanjian ini, sehingga Surat Perjanjian ini diakui oleh kedua belah pihak dan berlaku sebagai tanda penerimaan yang sah.

c. PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah menerima pengakuan berhutang dari PIHAK PERTAMA tersebut di atas.
d. Kedua belah pihak telah bersepakat untuk mengadakan serta mengikatkan diri terhadap syarat-syarat serta ketetapan-ketetapan dalam perjanjian ini yang diatur dalam 8 (delapan) pasal sebagai berikut:

Pasal 1
PEMBAYARAN

PIHAK PERTAMA berjanji akan membayar hutang uang sebesar Rp. 1.000.0000.0000,00 (satu milyar rupiah) tersebut selambat-lambatnya tanggal 19, bulan Desember, dan tahun 2010 kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 2
BUNGA

1. PIHAK PERTAMA wajib membayar bunga atas uang pinjaman tersebut sebesar 1 % ( satu persen) atau sejumlah Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per bulan hingga pelunasan keseluruhan hutang PIHAK PERTAMA dilakukan.
2. Pembayaran bunga tersebut dilakukan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA setiap tanggal 19 (sembilan belas) pada bulan yang sedang berjalan selama berlakunya Surat Perjanjian ini.
3. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan melalui Rekening PIHAK KEDUA pada Bank Mandisendiri Kantor Cabang Yogyakarta dengan nomor rekening: 123400987655

Pasal 3
PELANGGARAN

Jika PIHAK PERTAMA lalai atau tidak dapat memenuhi seluruh kewajibannya sebagaimana ditetapkan dalam Surat Perjanjian ini dan atau apabila terjadi pelanggaran oleh PIHAK PERTAMA atas salah satu atau beberapa kewajibannya sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Perjanjian ini , maka PIHAK KEDUA berhak menagih segera secara sekaligus jumlah hutang pinjaman tersebut meskipun jatuh tempo perjanjian ini belum dicapai.

Pasal 4
HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN

PIHAK KEDUA berhak menagih kembali seluruh uang hutang PIHAK PERTAMA secara sekaligus, apabila:
1. PIHAK PERTAMA dinyatakan bangkrut atau pailit oleh Pengadilan sebelum tanggal jatuh tempo perjanjian ini dicapai.
2. PIHAK PERTAMA meninggal dunia sebelum tanggal jatuh tempo perjanjian ini, kecuali jika ahli waris PIHAK PERTAMA sanggup dan bersedia memenuhi kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan isi Surat Perjanjian ini.

Pasal 5
BIAYA PENAGIHAN

Semua biaya penagihan hutang tersebut di atas, termasuk biaya juru sita dan biaya-biaya kuasa PIHAK KEDUA untuk menagih hutang tersebut, menjadi tanggungan dan wajib dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 6
BIAYA-BIAYA LAINNYA

Biaya pembuatan Surat Perjanjian ini dan segala biaya yang berhubungan dengan hutang pinjaman tersebut di atas menjadi tanggungan dan wajib dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 7
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang telah mengikatkan diri dalam perjanjian utang-piutang ini telah bersepakat untuk menempuh jalan kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat guna menyelesaikan hal-hal atau perselisihan yang mungkin timbul.
2. Apabila ternyata jalan musyawarah dianggap tidak berhasil untuk mendapatkan penyelesaian yang melegakan kedua belah pihak, kedua belah pihak bersepakat untuk menempuh upaya hukum dengan memilih domisili pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sleman dengan segala akibatnya.

Pasal 8
PENUTUP

Surat perjanjian ini dibuat di atas kertas bermaterei secukupnya yang ditandatangani dan dibuat rangkap dua berkekuatan hukum yang sama serta masing-masing dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA                                           PIHAK KEDUA

[ ————————- ]                              [ ———————— ]

SAKSI-SAKSI:

[ ————————— ]

[ ————————— ]

 

Contoh surat perjanjian hutang piutang lainnya dalam bentuk file .doc bisa anda download melalui link yang ada di bawah ini :

contoh surat perjanjian hutang piutang dengan hipotek

contoh surat perjanjian hutang piutang 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.