Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Posted on

Contoh Surat Perjanjian Kerja – Surat perjanjian kerja adalah surat yang dibuat oleh suatu instansi/perusahaan untuk ditandatangani bersama dengan seorang calon karyawan di instansi/perusahaan tersebut. Surat ini ditandatangangi sebagai tanda kesepakatan calon karyawan itu dengan semua ketentuan yang berlaku di instansi/perusahaan, termasuk semua hak dan kewajiban sebagai seorang karyawan.

Hak dan kewajiban sebagai karyawan yang berlaku diatur secara detail dalam surat perjanjian kerja ini, agar jika suatu ketika terjadi pelanggaran atas hak dan kewajiban ini, bisa dijadikan sebagai salah satu bukti yang dapat diterima di muka hukum.

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Berikut di bawah ini contoh surat perjanjian kerja harian yang biasa digunakan dalam dunia kerja saat ini :

PERJANJIAN KERJA HARIAN LEPAS

Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Basuki Purnomo Koped SH
Alamat : Jalan Kacau Balau no 12 Jakarta
Jabatan : Manajer HRD

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Gulung Koming berkedudukan di HR Rasuna Said no 123 Jakarta, selanjutnya disebut Pihak Pertama.

2. Nama : Panjul ST
Alamat : Jalan Sukajadi no 123 Bandung
Jabatan : Marketing Staff

Dalam hal ini bertindak dan atas namanya sendiri, yang selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Pada hari ini Senin, tanggal 16 bulan Desember tahun 2007, dengan memilih dan mengambil tempat di kantor PT. Gulung Koming Jalan HR Rasuna Said no 123 Jakarta, Pihak Pertama dan Pihak Kedua setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam satu Perjanjian Kerja Harian Lepas dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai mana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut:

Pasal 1
PENGERTIAN PERJANJIAN HARIAN LEPAS

Yang dimaksud dengan Perjanjian Harian Lepas di sini adalah bahwa pihak pertama menyerahkan suatu pekerjaan untuk dikerjakan oleh pihak kedua dan dalam mengerjakan pekerjaan tersebut pihak kedua tunduk pada peraturan dan sistem kerja yang berlaku pada perusahaan pihak pertama.

Pasal 2
RUANG LINGKUP

Pekerjaan yang akan diserahkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua adalah pekerjaan Marketing Staff PT. Gulung Koming.

Pasal 3
TATA TERTIB KERJA

1. Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut, maka Pihak Kedua harus tunduk pada tata tertib kerja serta perintah langsung dan atau tidak langsung dari Pihak Pertama atau wakil Pihak Pertama yang berlaku di perusahaan PT. Gulung Koming.

2. Apabila Pihak Kedua melakukan pelanggaran disiplin kerja yang berlaku pada PT. Gulung Koming, maka Pihak Pertama berhak memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Pihak Kedua dengan mendasarkan pada peraturan yang berlaku.

Pasal 4
CARA KERJA

1. Pengaturan mengenai cara kerja seperti tugas dan tanggung jawab Pihak Kedua akan disampaikan dalam sebuah pengarahan langsung oleh Pihak Pertama atau wakilnyaa sebelum Pihak Kedua memulai pekerjaannya.

2. Pihak Kedua hanya diperkenankan mengerjakan pekerjaan Marketing Staff PT. Gulung Koming dan dengan demikian Pihak Kedua tidak diperkenankan untuk mengerjakan pekerjaan lain kecuali atas persetujuan tertulis dari Pihak Pertama.

Pasal 5.
JANGKA WAKTU

1. Hubungan kerja antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua berlaku selama 12 (dua belas) bulan terhitung sejak perjanjanjian ini ditandatangani dan berakhir pada tanggal 16 bulan Desember tahun 2008.

2. Apabila perkerjaan tersebut ternyata belum selesai, maka kedua belah pihak dapat membuat pembaruan perjanjian atas kesepakatan tertulis dari Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

Pasal 6
UPAH

1. Pihak Pertama setuju dan bersedia memberikan upak kepada Pihak Kedua sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) setiap hari kehadira kerja Pihak Kedua.

2. Apabila Pihak Kedua tidak hadir dengan alasan apapun maka berlaku asas no work no pay.

Pasal 7
LEMBUR

Sistem Pembayaran upah oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dilakukan [………..] dalam […………] yakni pada setiap hari Sabtu di lokasi PT. Gulung Koming

Pasal 8
WAKTU DAN JAM KERJA

1. Hari kerja normal adalah 8 jam hari kerja dalam 1 hari kalender.

2. Jam kerja normal adalah 8 jam kerja untuk 1 (satu) hari dan 48 jam kerja untuk 1 (satu) minggu dengan 25 hari kerja dalam 30 hari kalender.

Pasal 9
LEMBUR

Apabila Pihak Pertama meminta Pihak Kedua untuk bekerja diluar jam kerja sebagaimana disebut pada pasal 9, maka Pihak Kedua berhak mendapat upah lembur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku tentang upah lembur.

Pasal 10
PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA

Setiap waktu hubungan kerja antara pihak pertama dengan pihak kedua dapat diakhiri bilamana pihak kedua melakukan pelanggaran berat seperti di bawah ini:

  • Melakukan pencurian, penggelapan dan atau perbuatan melawan hukum lainnya.
  • Melakukan penganiayaan terhadap rekan kerja dan anggota keluarganya.
  • Berkelahi dengan sesama pekerja.
  • Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohannya yang menimbulkan kerugian bagi pihak Pertama.
  • Memberikan keterangan palsu, atau melakukan perbuatan lain yang menimbulkan kericuhan di lokasi perusahaan Pihak Pertama.
  • Mabuk, berjudi, menggunakan obat terlarang di lingkungan kerja.
  • Menghina dan atau mencemarkan nama baik Pihak Pertama dan atau mitra bisnisnya dan atau pekerja lainnya beserta keluarganya.
  • Membantah dan atau menolak perintah atau instruksi dari Pihak Pertama.
  • Menyalahgunakan jabatannya yang dapat menimbulkan kerugian pada Pihak Pertama.
  • Tidak masuk kerja selama 3 hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis atau alasan yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Melakukan pelanggaran lainnya yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat menurut peraturan yang berlaku di Republik Indonesia.

Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Perjanjian ini dan segala akibat hukumnya hanya tunduk pada hukum dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di negara Republik Indonesia.

2. Apabila terjadi perselisihan atas penafsiran dan atau pelaksanaan atas perjanjian kerja Harian Lepas ini, maka diselesaikan secara musyawarah.

3. Dalam hal musyawarah seperti yang tersebut dalam ayat (2) pasal 11 ini tidak tercapai, maka Para Pihak sepakat untuk memilik domisili hukum yang tetap apda Kantor Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta untuk menyelesaikan perselisihan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pasal 12
PENUTUP

Dmikian perjanjian ini dibuat dan disetujui oleh para pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Surat perjanjian Kerja Harian Lepas ini dibuat rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

               Pihak I                                                                                Pihak II

( Basuki Purnomo Koped SH)                                                       (Panjul ST)

 

Di bawah ini contoh surat perjanjian kerja harian dalam bentuk file .doc yang bisa Anda edit-edit, silahkan di download melalui link di bawah ini :

contoh surat perjanjian kerja

One thought on “Contoh Surat Perjanjian Kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *